Cara Kreatif Belajar Sinematografi dari Rumah di Tengah Pandemi Covid-19
Hai selamat datang di blog ku, pada saat ini negara kita INDONESIA sedang dilandai wabah Covid-19, kalian pasti sudah tahu kan apa Covid-19 itu? yaps, Covid-19 adalah virus yang sangat mudah ditularkan ke manusia, virus ini sangatlah berbahaya karena dia dapat menyebabkan kematian. Sudah banyak korban jiwa yang meninggal karena virus ini, maka dari itu satu - satu cara yang dapat menghentikan penularan virus ini adalah dengan sistem "Lock Down" yaitu mengisolasi diri kita sendiri di dalam rumah. Pemerintah saat ini telah menetapkan sistem lock down maka dari itu semuanya harus dilakukan dirumah. Saya saat ini sedang melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan cara sistem daring. Dan di blog saya kali ini adalah sebuah tugas yang diberikan oleh dosen saya.
Kalian semua pasti ngerasa bosan kan dirumah aja? karena kalian ga bisa keluar kemana-mana. Tapi tenang aja disini saya akan membuat kalian tidak merasa bosan lagi dirumah. Mungkin kalian bisa mengisi waktu2 kalian dengan cara mebuat Film walaupun kalian dirumahaja. Baiklah disini saya akan memberitahu teknik2 apa saja yang harus kalian lakukan dalam menangkap gambar.
Teknik Belajar Sinematografi
Berbeda dengan fotografi yang memiliki output berpa gambar atau foto, sinematografi lebih menitikberatkan pada rekaman momen yang kemudian mengahsilkan objek bergerak. Adapun secara definisi, sinematografi adalah bidang ilmu yang membahas teknik penangkapan dan atau penggabungan gambar sehingga rangkaiannya memiliki gagasan ide yang ingin tersampaikan.
Hal- hal yang perlu diperhatikan
Langkah pertama sebelum mengenal beberapa teknik pengambilan gambar adalah menentukan pengambilan gambar (shot/capture/size). Kualitas shot tidak cuman membantu kamu dalam menjalankan alur cerita, namun juga membuat nyaman penonton kamu nantinya. Pengambilan gambar sangat mempengaruhi teknik apa yang harus kamu lakukan.
Komposisi, posisi dan sudut kamera meruakan tiga hal yang berperan dalam pengambilan gambar. Kamu boleh saja mengindahkan aturan rule of third, namun untuk memunculkan ide dalam sebuah gambar atau rangkaian gambar, beberapa teknik ini perlu kamu pelajari, Perhatikan dan pahami baik-baik ya teman - teman.

Sinematografi dengan steady camera
1. Extreme Long Shot
Teknik Extreme Long Shot biasanya dilakukan ketika kamu ingin memperkenalkan sebuah gambar awal yang menunjukkan seluruh lokasi sebuah adegan atau isi ceritanya. Teknik ini membuat gambar yang diambil terlihat jauh dan kecil. Dimensi yang ingin ditangkap otomatis bersifat lebar.
Teknik ini memperlihatkan bahwa kamu ingin menunjukkan set lokasi dimana adegan tersebut terjadi (pengenalan lokasi).
2. Very Long Shot
Kamu bisa langsung menggunakan teknik Very Long Shot dari Extreme Long Shot. Satu hal yang perlu kamu perhatikan, setidaknya harus ada satu objek utama yang mau kamu tonjolkan. Set lokasi boleh sama karena disini kamu berusaha menunjukkan siapa atau apa yang mau kamu tekankan atau sampaikan.
3. Long Shot
Teknik long shot sinematografi adalah untuk mengantarkan mata penonton kepada keleluasaan suatu objek (who or what). Dalam isitilah lain dikenal dengan nama landscape format size. Biasanya digunakan untuk opening shot dengan diwakilkan oleh gambar atau objek seutuhnya dengan mengedapkan aturan rulle of third.
4. Medium Shot
Mdium shot merupakan teknik fotografi dalam pengambilan gambar jarak menengah, diamana batas pemotongan objek adalah dari bagian pinggang ke atas. Pengambilan gambar dengan menggunakan medium shot baik untuk bahasa tubuh dan ekspresi wajah.
Fungsi dari teknik ini untuk menyampaikan keadaan objek beraktifitas, dimana pada keseluruhan objek dalam pengadegannya mencerminkan kehidupan normal seperti layaknya kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia.
5. Medium Close Up
Medium close up juga bisa kamu gunakan sebagai alternatif lain saat kamu sedang mengadakan video wawancara. Keunggulan yang bisa kamu dapatkan ketika memadukan antara medium shot dengan medium close up adalah gambar yang dinamis dan mendetail sehingga penonton tidak jenuh.
Sudut pandang juga mempengaruhi dua teknik ini. Ada baiknya sudut pengambilan gambarnya berbeda. Misalkan medium close up kamu ambil dari kanan, lalu medium shot kamu ambil dari kiri.
6. Close Up
Close Up adalah teknik yang paling populer digunakan. Mengapa? karena komposisi ini memiliki karakter fokus pada wajah orang. Teknik close up juga cocok digunakan baik untuk wawancara maupun adegan tertentu karena memperlihatkan dengan jelas reaksi atau ekspresi orang tersebut.
Teknik saat menggunakan kamera bergerak
1. Panning Shot
Perlu diingat bahwa kamera kamu harus stabil keitka menggunakan beberapa teknik ini. Panning shot cinematography adalah teknik yang menggunakan kondisi kamera bergerak. Usahakan agar tidak terlalu banyak guncangan agar tidak mengurangi kualitas video.
Salah satu tekniknya adalah panning shot, yakni teknik pengambilan gambar dimana kamera digerakkan secara horizontal. Teknik ini sebetulnya sangat sederhana dan sering kali digunakan untuk memangkas pengambilan gambar, terutama kalau kamu hanya menggunakan satu kamera saja.
2. Crane Shot
Crane shot bertujuan untuk mengambil gambar secara vertikal (atas kebawah atau bawah keatas). Teknik ini sangat berguna untuk menghasilkan efek transisi cinematography yang mantap. Teknik crane shot mengharuskan kamu untuk memiliki peralatan yang memadai seperti crane, harganya yang cukup mahal dan operator yang handal terkadang menjadi kendala.
3. Track-in Shot
Berbeda dengan crane shot, teknik track-in shot bisa dilakukan tanpa alat bantu yang mahal. Akan tetapi, kamu harus memiliki stabilizer agar gambar yang kamu ambil tidak goyang. Seperti zoom-in, teknik ini bertujuan untuk pengambilan gambar dari jauh menjadi dekat.
Semua orang dapat mempelajari sinematografi, yang terpenting adalah niat dan kemauan tinggi untuk terus belajar. Lihatlah berbagai karya sinematografi agar kamu dapat mengeksplor berbagai ide menarik. Jika ternyata kemampuanmu kurang cukup untuk mempraktikkan sinematografi, kamu tetap bisa menggunakan ilmu yang kamu miliki dengan membagikannya dalam bentuk artikel yang bisa kamu unggah ke blog atau website pribadimu.