Selasa, 29 Juni 2021

A Day To Remember

 A Day to Remember


Pada semester 6 kali saya memiliki mata kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif, dimana pada mata kuliah ini kami ditugaskan untuk membuat sebuah Call For Paper sebagai tugas akhir pada mata kuliah ini. Di dalam tugas Call For Paper ini kami disuruh  membuat beberapa judul dari setiap metode-metode yang digunakan untuk melakukan sebuah penelitian diantaranya adalah menggunakan Strategi Komunikasi, Studi Fenomenologis, Studi Analisis Wacana dan Studi Semiotika.


Disini saya akan menjelaskan sedikit tentang Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Metode penelitian ini muncul karena terjadi perubahan pradigma dalam memandang suatu realitas atau fenomena atau gejala. Dalam paradigma ini realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistic atau utuh, kompleks, dinamis dan penuh makna. Paradigam yang  demikian disebut paradigma postpositivisme. Paradigma sebelumnya disebut paradigma positiviisme, di mana dalam memandang gejala, lebih bersifat unggul, statis dan konkrit (pendekatan kualitatif). 


Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek yang alamiah, (sebagai lawannya dari eksperimen diamana peneliti adalah sebagai instrument kunci, Teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.


Pada kesempatan kali ini saya ditugaskan membuat Call For Paper dengan judul “Analisis Wacana Kritis Berita “Larangan Mudik 2021” di Situs detik.com”. pada saat mengerjakan tugas ini banyak sekali kesulitan yang saya alami tetapi saya tidak mudah menyerah begitu saja karena saya yakin bahwa pasti akan ada solusi dari segala masalah yang datang, dan benar sekali tidak disangka saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat  waktu. Ketika saya ditunjukkan untuk membuat sebuah  penelitian dengan judul yang telah di pilih oleh dosen saya yaitu Analisis Wacana Kritis Berita “Larangan Mudik 2021” di Situs detik.com ini saya sangat merasa senang, kenapa? Karena pada saat itu sedang heboh-hebohnya karena ada berita larangan mudik pada hari Raya Idul Fitri di tahun 2021. 

Sebenarnya saya setuju dengan keputusan pemerintah dengan  dilarang nya mudik pada tahun 2021 ini karena Langkah itu adalah sebuah keputusan yang tepat untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona seperti yang kalian ketahui virus corona sudah merajalela selama kurang lebih 1 tahun di Indonesia. 



 


Gambar diatas adalah salah satu sumber yang saya kunjungi untuk memenuhi tugas Call For Paper saya, dengan adanya artikel tersebut tugas saya sangat terbantu kan. Selain berasal dari artikel dari situs detik.com saya juga menyelesaikan tugas ini dengan di bantu dari dukungan keluarga, teman, dosen  dan Allah SWT. Karena jika tidak ada bantuan dari mereka mungkin saya akan sangat  merasa kesulitan untuk menyelesaikan tugas Call For Paper ini dengan tepat waktu. Dan ada juga beberapa jurnal-jurnal yang saya baca untuk sebagai inspirasi dalam menyelesaikan tugas Call For Paper saya. 


“Larangan mudik 2021 diatur dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah. Warga dilarang mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021 dan berlaku bagi semua kalangan masyarakat untuk menekan penyebaran COVID-19.” kutipan dari detik.com




 

Gambar diatas adalah salah satu cara agar kita bisa terhindar dari virus corona. Kita harus semangat dalam mengahadapi masa-masa pandemic saat ini, karena  jika kita sudah mematuhi protocol Kesehatan dan mendengarkan kata pemerintah pasti pandemic ini akan segera cepat berlalu. 


Dalam penelitian ini, saya menggunakan Metode Analisis Wacana yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk. Analisis terdiri atas dua kata, yaitu analisis dan wacana. Analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa, penjelasan sesudah dikaji sebaik-baiknya, penguraian suatu pokok atau berbagai bagian, serta penguraian karya sastra atau unsur – unsurnya untuk memahami pertalian unsur tersebut. 


Secara etimologi, istilah wacana berasal dari Bahasa Sansekerta wac/wak/uak yang memiliki arti ‘berkata’ atau ‘berucap’. Kemudian kata tersebut mengalami perubahan menjadi wacana. Kata ‘ana’ yang berada di belakang adalah bentuk sufiks (akhiran) yang bermakna ‘membendakan’ (nominalisasi). Dengan demikian, kata wacana dapat dikatakan sebagai perkataan atau tuturan.


Menurut van Dijk, analisis wacana memiliki tujuan ganda: sebuah teoritis sistematis dan deskriptif yaitu struktur dan strategi di berbagai tingkatan dan wacana lisan tertulis, dilihat baik sebagai objek tekstual dan sebagai bentuk praktek sosial budaya, antar tindakan dan hubungan. Sifat teks ini berbicara dengan yang relevan pada struktur kognitif, sosial, budaya, dan sejarah konteks. Singkatnya, studi analisis teks dalam konteks. Momentum penting dari pendekatan tersebut terletak pada fokus khusus yang terkait pada isu sosial-politik, dan terutama membuat eksplisit cara penyalahgunaan kekuasaan kelompok dominan dan mengakibatkan ketidaksetaraan, legitimasi, atau ditantang dalam dan dengan wacana.


Wacana digambarkan mempunyai tiga dimensi yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Inti analisis van Dijk adalah menggabungkan ketiga dimensi tersebut dalam satu kesatuan analisis. Dalam dimensi teks yang diteliti adalah bagaimana struktur teks dan strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu. Pada level kognisi social dipelajari proses produksi teks berita yang melibatkan kognisi individu penulis. Sementara itu aspek konteks sosial mempelajari bangunan wacana yang berkembang dalam masyarakat mengenai suatu masalah. Dapat digambarkan seperti dibawah ini :



Gambar 1.

Diagram Model Analisis Van Dijk










Itulah sedikit pengalaman saya terkait dengan tugas akhir Call For Paper dalam mata kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif pada semester 6 ini. Tentunya banyak pengalaman dan pelajaran yang saya ambil Ketika melakukan penelitian ini, dan pastinya ilmu pengetahuan saya semakin bertambah. Awal nya saya sangat ragu bisa menyelesaikan tugas Call For Paper ini dengan tepat waktu, tetapi karena niat dan tekad saya akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu juga. 


Sabtu, 24 April 2021

“Tiga Tahun Menjadi Mahasiswa STISIPOL Candradimuka”

 

“Tiga Tahun Menjadi Mahasiswa STISIPOL Candradimuka”

 

Hallo semua, Kembali lagi di blog saya. Setelah sekian lama saya tidak menulis blog, akhirnya saya bisa menulis sebuah blog lagi hehe… blog kali ini berbeda dengan blog sebelum-sebelumnya disini saya akan menceritakan pengalaman saya menjadi mahasiswa STISIPOL Candradimuka Palembang. Tidak terasa sudah tiga tahun saya menjadi mahasiswa STISIPOL, sangat banyak ilmu dan pengetahuan yang saya dapatkan selama tiga tahun ini. Disini saya akan berbagi cerita hal – hal yang menarik saat saya menjadi mahasiswa STISIPOL.

Berikut adalah foto saya saat sedang mengikuti PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) di STISIPOL Candradimuka Palembang.







Disini saya akan memberitahukan sedikit tentang Ilmu Komunikasi yang saya ketahui, terutama untuk adik – adik yang saat ini sedang menduduki bangku kelas 12 SMA (Sekolah Menengah Atas) maupun yang baru saja lulus. Mugkin pada saat itu banyak dari kalian yang bingung ingin mengambil jurusan apa di perguruan tinggi nanti, bukan? Pasti diantara kalian banyak sekali yang ingin mengambil jurusan yang nyantai-nyantai gitu kan? Dan banyak yang berfikir bahwa jurusan Ilmu Komunikasi ini adalah jurusan yang nyantai dan mudah. Tapi sebenarnya ngga ada yang Namanya sebuah jurusan di perguruan tinggi itu santai – santai, ya kalau mau santai dirumah aja hehe. Kenapa say bisa bilan seperti itu? Karena saya adalah salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi di STISIPOL Candradimuka Palembang, karena dari pengalaman yang saya dapatkan selama tiga tahun ini jurusan ilmu komunikasi itu banyak bermain dengan logika dan kreativitas yang kita miliki sehingga kita di tuntun untuk berfikir secara spontan, seperti saat kita berinteraksi dengan orang – orang baru dengan begitu juga tanpa kita sadari bahwa kita telah melatih soft skill yang kita miliki, sehingga pada saat berbicara di depan umum kalian tidak akan canggung bagaimana menyikapi bayak orang dengan sifat yang berbeda-beda.

 

Di jurusan ilmu komunikasi ini juga kalian bisa langsung menerapkan dalam kehidupan di kampus, seperti mengadakan sebuah event, membuat film, mengadakan seminar, dan masih banyak lagi. Nah, dari situ juga kita bisa menerapkan bagaimana cara berkomunikasi dengan banyak orang yang memiiki sifat yang sangat beragam, serta dapat melatih kreativitas dalam membuat sebuah acara. Ilm komunikasi juga membuat kita terbiasa untuk berbicara didepan umum. Kenapa bisa? Iya karena banyak faktor pendorong agar kita dapat terbiasa untuk berbicara didepan umum, seperti saat kita ingin mencari sponsor untuk mengadakan sebuah acara yang akan kita buat, disitu kita harus dapat memepersentasikannya dengan bagus dan menarik dengan penguasaan materi yang matang agar proposal kita dapat diterima.

 

Ilmu komunikasi juga sangat fleksible dalam dunia pekerjaan. Mahasiswa/I lulusan ilmu komunikasi tidak hanya bekerja di bidang industri hiburan dan di media saja lho, tetapi dapat bekerja di perusahaan – perusahaan. Perusahaan apa tuh? Salah satu contohnya, lulusan ilmu komunikasi dapat bekerja sebagai Marketing Communication yaitu orang yang di pekerjakan oleh suatu perusahaan untuk mempromosikan perusahaan itu agar dapat menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan lain.

                                       

 


 

Ibu Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A dalah dosen yang  sangat berkesan bagi saya di STISIPOL Candradimuka Palembang. Mengapa demikian? Karna saya dan beberapa teman saya pada awal semester dulu sangat sering medapat kan nilai C dan E pada matakuliah yang beliau ajarkan. Mulai dari Semester 1 perkuliahan yang membuat saya dan teman-teman harus mengikuti kegiatan SP(Semester Pendek) yang sangat seru sekali... diawali dengat wisata kuliner khas Palembang hingga diakhiri dengan NOBAR(Nonton Bareng) film Spiderman Far From Home. Dan Alhamdulillah di semester 5 perkuliahan matakuliah entrepreneurship communications kemarin saya akhirnya bisa mendapat kan nilai A dari ibu Sumarni Bayu Anita, walaupun harus presentasi sendirian dirungan ibu anita hehehe.. Terimakasih ibu Anita telah memberi ilmu dan pengetahuan yang sangat banyak kepada saya selama tiga tahun menjadi mahasiswa STISIPOL Candradimuka.

 


 

Foto diatas adalah momen yang sangat berkesan bagi saya selama tiga tahun menjadi mahasiswa STISIPOL Candradimuka Palembang. Momen tersebut adalah dimana saya dan teman kelas saya mengadakan sebuah acara seminar komunikasi “Public Relations Is Art” acara tersebut dilaksanakan saat  saya masih di semester 2, acara tersebut diselenggarakan disebuah mall yang berada di Kota Palembang yaitu OPI Mall yang bertempatan di Jakabaring. Dari acara tersebut itu juga banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan mulai dari mencari sponsor untuk dapat diadakannya acara seminar ini. Acara tersebut juga dihadiri oleh ibu Cevi Nugraha S.STP, M.Si (Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Persandian Diskominfo Kota Palembang dan Prakrtisi Kehumasan), ibu Sumarni Bayu Anita S.Sos, M.A (Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISOPOL Candradimuka Palembang), bapak Ari Eka Sari S.Ikom (Presenter/Reporter/Master Ceremony di TVRI Sumsel).