Senin, 25 Maret 2019

Personal Branding (mem-PR-kan-diri)

Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Layaknya produk atau jasa, brand personal memberikan gambaran tentang pengalaman yang akan didapat konsumen ketika berinteraksi dengan pemilik brand.
Brand personal yang baik dapat memberikan keuntungan secara dua arah. Pemilik brand bisa membuat produk atau perusahaan miliknya dikenal lebih luas, sementara calon konsumen bisa merasa lebih percaya diri untuk melakukan transaksi. Keuntungan ini juga terbawa ke luar perusahaan, karena jika perusahaan sukses, citra diri akan ikut terangkat.
Banyaknya manfaat menjadikan brand personal salah satu unsur penting dalam strategi wirausaha. Beberapa selebritas seperti Alice Norin bahkan menggunakan personal branding sebagai pendongkrak utama kesuksesan startup mereka. Simak kiat-kiat berikut untuk menciptakan brand personal yang kuat dan bermanfaat bagi perusahaanmu.

Miliki produk yang baik sebelum melakukan branding

Personal Branding | Photo 1
Sumber Gambar: pixabay
Brand personal sebetulnya adalah pedang bermata dua. Ketika pribadi seseorang diasosiasikan dengan suatu produk/perusahaan, maka citra baik dan buruk perusahaan akan turut meningkat seiring semakin dikenalnya pribadi tersebut. Sebagai contoh, sosok Steve Jobs selalu dikaitkan dengan keberhasilan Apple, sementara di sisi lain ada sosok Keiji Inafune yang akan selalu dikaitkan dengan kegagalan Comcept.
Kamu tentu tak ingin memiliki citra yang diasosiasikan dengan keburukan. Karena itu, pastikan bahwa produk dan layanan yang kamu tawarkan memiliki kualitas baik terlebih dahulu sebelum merangkul massa lewat brand personal.

Personal branding yang terencana dan terpercaya

Slogan “jadilah dirimu sendiri” tidak bisa diterapkan begitu saja dalam personal branding. Sama seperti produk, kamu juga harus menunjukkan citra pribadi yang positif di depan publik. Ini bukan berarti kamu perlu berbohong atau bersandiwara, tapi kamu harus tahu kesan seperti apa yang kamu inginkan dalam pandangan orang.
Apakah kamu ingin dikenal sebagai programmer andal? Motivator yang inspiratif? Atau fashionista yang pandai menciptakan tren baru? Temukan kelebihan yang kamu miliki, dan tonjolkan karakteristik tersebut dalam konten-konten (artikel, foto, video, dan sebagainya) buatanmu.
Semakin baik dan banyak konten yang kamu buat, kredibilitasmu dalam bidang terkait juga akan ikut meningkat. Banyaklah membuat konten yang sifatnya membantu orang lain, supaya para calon konsumen bisa merasakan manfaat langsung ketika terpapar brand personalmu.

Kembangkan kepribadian yang positif

Membangun personal branding sama halnya dengan menjadikan dirimu seorang figur publik. Kepribadianmu adalah aset terbesarmu, jadi kamu harus menjaganya agar selalu tampak baik di muka umum.
Luangkan waktu untuk menghadiri acara-acara offline dan bertatap muka dengan orang lain. Di dunia maya, kamu perlu berinteraksi dengan para konsumen secara reguler, misalnya membalas komentar, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.
Personal Branding | Photo 2
Sumber Gambar: Grant Cardone
Kamu juga harus menjaga perilaku di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Media sosial sejatinya adalah ruang publik juga, jadi apa yang kamu tulis di sana akan dilihat dan dinilai oleh masyarakat.
Saat ini mendokumentasikan perilaku media sosial sudah sangat mudah, jadi kegagalan menjaga perilaku bisa merusak citra perusahaanmu. Bila kamu seorang karyawan, hal ini bisa membuatmu kehilangan pekerjaan.

Jadilah presentable dan searchable

Sebagai figur publik, cepat atau lambat masyarakat pasti akan melihat penampilanmu. Berusahalah untuk selalu tampil layak di depan umum, bahkan meski sebenarnya kamu belum sukses. Layak yang dimaksud bukan berarti harus formal, tapi nyaman dipandang dan dapat menonjolkan keunikan pribadimu.
Tampil layak juga perlu kamu lakukan di dunia maya. Pasanglah foto-foto yang baik di tempat yang sesuai, bahkan kalau perlu sewalah fotografer profesional. Meski pepatah mengatakan “jangan menilai buku dari sampulnya”, orang tidak akan menanggapimu dengan serius bila penampilanmu asal-asalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar